Saya niat menjadikan blog ini berisi tentang berbagai pengetahuan yang secara empirik telah saya dapatkan. Terutama di bangku kuliah. Lantaran materi-materi perkuliahan sering hilang ditelan zaman, saya bertekat untuk menghimpun materi-materi itu disini, di blog literatur ini. Satu hal lagi, berkenaan dengan ilmu-ilmu manusia yang disampaikan kepada dunia melalui bahasa-bahasa penuh isme dan ke-ilmiah-annya yang sulit dimengerti kaum awam saya bertekat untuk merubah perspektif tersebut.
Dengan begitu, blog ini tidak lagi menggunakan kata saya untuk menyebutkan seorang Muhammad Lukmanul Hakim, namun saya ubah ke bahasa-bahasa serabutan sehingga mudah dimengerti banyak orang (baca: bahasa tidak baku) Nah, sekarang berubah menjadi gue, ane, aku, engkok (madura), kulo (jawa), isun (osing) dan laen sebagainya biar orang-orang pada ngerti, terutama kaum muda yang udah pada males baca.
Jangankan baca literatur ilmiah yang berat-berat (begitu kaum muda menyebutnya) macam Capitalnya Karl Marx, Filsafat Sejarahnya Heggel, atau buku tipisnya The Prince karya Machiavelli.
Ah, budaya baca kaum muda Indonesia memang cukup memprihatinkan. Sering ngga sih kalian denger keluhan temen-temen "ngeliat tebelnya buku aja udah males" idiiiiiiih, jangan dipiara (dipelihara) deh statement macam begituan. Kalo lu pengen tau ya baca doong, jangan diliatin doang bukunyaa.
Oke, sebagai permulaan dan menilik keadaan kaum muda yang semangat membaca (semangat mengetahuinya) kurang baik. Openingnya ngga usah banyak-banyak deeh, ntar blog ini cuma dibaca openingnya tok lagi.
Selamat menikmati blog baru gue, sii yuu neks taim :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar